Minggu, 26 Februari 2012

So true

"Kita tak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta. Tapi aku rasa, kita bisa memilih siapa yang patut untuk tetap diperjuangkan."
-Rizkita Lubis- 
source : yunus kuntawiaji 

Rabu, 22 Februari 2012

Someday ...


I've got this on my twitter. Idk why this photo could be in mine. But I'm sure you would know the answer. Right? hahaha Sorry for being not able to be as you want. Seriously, the reason is not because I don't want. I really want it but I guess i have to further solidify, so I don't just perfunctory with it. Hopefully you can understand with it. Anyway this photo so cuteeeeee >< I was really hoping we could like this someday

Minggu, 19 Februari 2012

Fiksi

"Besok aku mau pergi sama temen-temen, boleh ya?"
"Hm"
"Boleh?"
"Ya"
"Kamu marah ya? Yaudah aku nggak jadi pergi deh"
"Enggak. Kalo kamu nggak jadi pergi, aku malah marah"

       ***


"Tadi seru banget sama temen-temen hahaha konyol banget tadi"
"...."
"Kamu kok diem aja? Tuh kan kamu marah ya?"
"...."
"Dan?"

Handphone Dian tiba-tiba berdering. Mama Dani. Tanpa berpikir panjang langsung saja diangkatnya telepon dari mama pacarnya itu.

"Dian? Tante cuma mau ngasih tau nak, Dani sekarang ada dirumah sakit dan sekarang Dani akan ninggal kita buat selamanya ....."
"........"
"Halo? Dian? Nak? Kamu nggak apa-apa kan?"
"......"


***

Dian,
Maaf karena aku jahat banget pergi ninggal kamu tanpa bilang dulu. Sebenernya hari ini aku pengen menghabiskan sisa hidupku sama kamu, tapi aku nggak tega ngerusak kebahagiaanmu sama teman-temanmu, aku nggak mau kamu jadi sedih kepikiran aku. 
Aku nggak mau terlihat lemah didepanmu padahal aku harus selalu kuat buat jagain kamu kan?
Maafin aku ya. Pokoknya kalau kamu sedih aku marah lho dan kamu gak bisa bohongin aku, soalnya dari surga aku bakal jagain kamu terus.

-Dani-

Sabtu, 18 Februari 2012

what a friend meaning for

"miss you nduty"
"uuh senangnya gak masuk sehari aja udah dikangenin"
"kelas sepi gak ada kamu hiks"
"kangen nyanyian gj ku?"
"lebih tepatnya suara cemprengmu"

-percakapan dengan sahabat, ani-

***

Saat kamu terus-terusan di-bully di etrek-etrek di kelas dan rasanya mangkel setengah mati. Itu bukan berarti mereka benci sama kamu, justru itu tandanya mereka peduli denganmu. Yaaaah meskipun dengan cara ngetrek-ngetrek begitu mereka memperlakukanmu.
Kadang aku merasa beruntung punya teman yang sangat peduli padaku. Dibalik tingkah mereka yang mengetrek-ngetrek aku, sejujurnya mereka selalu ada disaat aku membutuhkan mereka, dan mereka selalu siap mendengarkan cerita senang maupun sedih dariku. Mereka selalu siap meminjamkan pundaknya sampai basah dengan air mataku.
Setiap pagi di sekolah mereka selalu siap, duduk bergerombol di satu bangku dan menunggu kita saling berbagi cerita yang kita alami dihari sebelumnya. Tentang sedih gembiranya. Tentang pahit manisnya.
Seorang teman selalu merasa ada yang gak lengkap saat salah seorang temannya tidak menunjukkan batang hidungnya di suatu hari. Selalu menanyakan apa sebabnya. Khawatir. Rindu.
Itu lah peranan seorang teman

Ours







Girls power of XI IPA 5

Finally, we have some photos of their class. fiuuuh so exciting of that.


Sudah hampir setahun, dan sudah masuk ke semester dua kita bersama. Aku ngerasa kita baru ngerasa deketnya ya waktu semester dua ini. 
Dulu awal-awal masuk masih ngerasa suasana kelas yang masih gak nyatu. Saling geng-geng an lah, yang cuma mau temenan sama yang dulu temen sekelas waktu kelas 10 lah, saling mejelekkan teman di belakang lah. Pokoknya masih gak nyatu blas.


Aku masih inget banget waktu dulu hari Pahlawan. Semua kelas disuruh bikin sebuah drama kelas tentang perjuangan para pahlawan gitu dan nantinya bakal disuruh tampil di halaman tengah sekolah. Waktu itu setengah lebih dari jumlah anggota kelas nggak ada di kelas karna emang ada yang ikut paduan suara di Grahadi dan ada juga yang mbolos sekolah. Kita yang waktu itu belum bikin drama dan konsepnya saja belum terpikirkan, langsung kalang-kabut. Untung saja saat itu kita dapet nomer tampil agak belakangan jadi masih ada waktu buat bikin dramanya. 


Lino, si ketua kelas udah berinisiatif tanya pendapat anak-anak tentang konsepnya tapi anak-anak, terutama anak-anak cowok, pada gak nanggepin. Lino yang jengkel langsung males buat ngelanjutin bikin drama. Lalu, Ayu yang akhirnya nerusin Lino, tapi tetep aja anak-anak pada gak ada tangapan atau pun masukan ide buat darama nya. Ayu pun jadi emosi sampe nangis juga waktu itu. Kebacut banget kalo dipikir-pikir mereka itu, gak ada inisiatif blas buat kepentingan kelas bersama. Tapi, akhirnya kita tampil dalam konsep seadanya dan hanya latian sekali pun. Hasilnya? Tidak bisa dikatakan bagus but it's good enough untuk sebuah drama dadakan.
Terus ada juga masalah yang kita sempat dituduh melakukan sesuatu, padahal tidak ada bukti sama sekali. Itu sungguh hanyalah fitnah semata.

Tapi sekarang, tampaknya sudah mulai berbeda. Sudah mulai menyatu dari masing-masing individu. Gak ada lagi geng-geng an antara satu dan yang lainnya, gak ada lagi saling menjelekkan antar teman. Anak-anak jadi makin sering bikin acara bareng. Dari yang pergi ke Bromo, futsal bareng, sampai yang ini nanti rencana mau pergi satu kelas full waktu perpisahan kelas.

Meskipun di kelas Ipa kita adalah kelas paling akhir dan letak kelas kita dibawah sendiri, terpencil, dan paling bopung karena deket kamar mandi, pokoknya jauh dari kelas anak-anak kelas 11 Ipa yang letaknya dilantai dua, prestasi kita gak kalah kok sama kelas anak-anak Ipa yang lain. Malah kata guru-guru kita urutan kedua setelah P-1 hehe (no offense lho ya :P). Dan juga meskipun kelas kita gak ada nama julukan, kita malah mau nujukin kesederhanaan kelas kita dan 'apa-adanya' kelas kita.

Cheers for ours : XI IPA 5